Join Supercash99 - Agen Bola Bonus Sporstbook 30%, Rollingan Live Casino 1%
Play Sportsbook, Live Casino, and EGames - QQPLay88
Bonus Sportsbook 30% - Win88id
Togel Online Diskon dan Hadiah Terbesar, Togel Singapura Hongkong - GT4D
Join Poker88id - Poker Online Terbaik
Slot Available - Please Contact Us via Livechat

Berita Mistik Sebuah Tradisi Tahunan Membuka Kain Kafan Dari Cupu Kiai Panjolo

Berita Mistik Sebuah Tradisi Tahunan Membuka Kain Kafan Dari Cupu Kiai Panjolo

Sebuah berita mistik datang dari Padukuhan Mendak, Desa Girisekar, Panggang, Gunung Kidul, dimana terdapat sebuah tradisi tahunan yang mana tradisi tersebut adalah membuka kain kafan yang digunakan untuk membungkus cupu kiai Panjolo. Sebagian besar warga mempercayai jika kain kafan yang mana digunakan sebagai pembungkus cupu kiai Panjolo ini akan memberikan suatu gambaran ataupun ramalan mengenai sebuah peristiwa yang akan terjadi satu tahun mendatang. Di dalam cupu tersebut terdapat tiga buah guci berukuran kecil yang bernana Semar Kinandu, kemudian Kalang Kinanthang dan juga Kenthiwiri. Tinandu ini sendiri sering kali dianggap sebagai sebuah gambaran untuk masyarakat atas seperti pejabat dan penguasa, kemudian Palang kinantang merupakan sebuah gambaran untuk masyarakat menengah ke bawah dan untuk Kenthiwiri sendiri merupakan sebuah gambaran untuk rakyat kecil.

Pembukaan dari kain kafan cupu Kiai Panjolo ini sendiri dilakukan di rumah dari ahli warsnya, yaitu Dwijo Sumarto. Terdapat ribuan orang yang mana berasal dari berbagai daerah dan memadati pelataran yang ada di rumah Dwiyo Sumarto tersebut untuk melihat secara langsung pembukaan dari kain kafan yang ada pada cupu Kiai Panjolo. Acara pembukaan dari kain kafan penutup cupu Kiai Panjolo ini sendiri diawali dengan makan nasi kenduri secara bersama – sama. Kemudian kain kafan sebanyak 400 lembar yang mana digunakan untuk membukngkus cupu Kiai Panjolo tersebut dibuka satu persatu, kemudian juga ditafsirkan torehan gambar yang ada pada kain kafan tersebut.

Berbagai macam gambar muncul pada lembaran kain yang mana menutupi cupu dari Kiai Panjolo tersebut. Beberapa contohnya adalah gambar payung terbalik yang mana dianggap menjadi sebuah simbol penguasa yang tidak dapat mengayomi masyarakat. Kemudian juga terdapat gambar Dasamuka dengan wujud raksasa serta digambarkan penuh dengan kesewenang – wenangan, kemudian juga keserakahan dan juga hanya mementingkan urusan duniawi saja. Selain itu juga terdapat gambar kuda yang mulutnya terbuka, kemudian kalajengking, lalu gambar dari pewayangan Batara Guru serta Narada dimana dinilai sebagai sebuah gambaran yang tidak baik untuk setahun ke depan. Sedangkan untuk penggambaran baik juga bisa didapatkan pada saat muncul gambar seperti tokoh semar yang mana dikenal menjadi sebuah tokoh yang dapat menentramkan masyarakat.

Ahli waris Dwijo Sumarto ini sendiri menuturkan jika tiga guci yang mana disimpan di dalam kotak serta dibungkus dengan ratusan kain kafan tersebut merupakan sebuah warisan yang sudah turun temurun dari nenek moyangnya. Kain kafan yang digunakan untuk membungkus cupu Kiai Panjolo ini sendiri juga dipercaya oleh masyarakat karena dapat memberikan suatu ramalan ataupun penggambaran dari suatu peristiwa apa yang nantinya akan terjadi selama satu tahun medatang. Sebagai seorang ahli waris, Dwijo ini sendiri tidak mempunyai wewenang dalam membuat tafsiran mengenai beberapa gambar yang muncul pada kain kafan pembungkus tersebut. Untuk penafsiran dari gambar tersebut sepenuhnya diserahkan pada masyarakat karena setoap orang tentu saja mempunyai penafsiran masing – masing dengan gambar yang muncul tersebut.

Setelah didapatkan gambar – gambar tersebut, kemudian cupu dari Kiai Panjolo ini ditutup kembali yang mana dalam kondisi yang baru dan juga putih bersih. dan nantinya kain kafan tersebut akan dibuka kembali satu tahun kemudian dengan beberapa gambar yang muncul untuk meramalkan suatu peristiwa setahun berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Karmaantv © 2018 Frontier Theme