Artificial Intelligence untuk Fitur Pengenalan Wajah

Banyak yang mempermasalahkan privasi, terutama pada kemajuan teknologi saat ini. Namun, fitur-fitur seperti pengenalan wajah sekarang sudah banyak digunakan dimana-mana. Artificial Intelligence telah menjadi lompatan besar yang telah membuat pengenalan wajah lebih pintar daripada otak manusia.

Kapal pesiar ternama, Royal Caribbean Cruises, telah mulai menggunakan sistem pengenalan wajah ini untuk mempercepat penumpang dalam perjalanan mereka melalui pemeriksaan keamanan dan surat identifikasi. Royal Caribbean Cruises berfikir bahwa Artificial Intelligence adalah jawaban untuk membawa penumpang ke dalam kapal pesiar tanpa harus mengantri panjang.

Jadi, jika Anda berpergian dengan kapal pesiar ini bersama kelaurga Anda, Anda tidak perlu lagi mengalami antrian panjang yang memang menjadi permasalahan utama di kapal pesiar. Pada bulan Desember, penumpang sudah mulai mengambil bagian dalam program percontohan di titik keberangkatan perusahaan di Ft. Lauderdale, Florida.

Penumpang dapat mengambil foto sendiri dengan aplikasi milik perusahaan, lalu ketika sampai di pelabuhan, basis data Artificial Intelligence akan mencocokkan wajah mereka. Setelah itu, pengecekan terjadi lebih cepat dan para anggota Royal Caribbean Cruise akan mengarahkan para tamu langsung ke kabin mereka.

Kepuasan Pelanggan Meningkat

Ini telah membuahkan hasil yang signifikan dalam kepuasan pelanggan. Royal Caribbean Cruises tidak sendirian. Teknologi pengenalan wajah ini juga telah digunakan untuk mengenali teman-teman di Facebook Anda, atau juga untuk membuka kunci ponsel Anda. Sudah diluncurkan di bandara, sistem keamanan rumah dan sebagainya. Teknologi ini mungkin sudah tidak bisa dihindari lagi.

Melampaui Kemampuan Manusia

Dengan mendorong penyebaran sistem pengenalan wajah, Artificial Intelligence telah mengalami suatu lompatan besar. Teknologi yang berupaya memberikan computer beberapa kemampuan, keserbagunaan dan bahkan kreativitas pemikiran manusia. Perbaikan terbesar telah datang melalui area spesifik Artificial Intelligence yang disebut juga dengan jaringan saraf.

Ini terinspirasi oleh cara kerja sel-sel otak manusia yang sebenarnya. Perbaikan perangkat keras dan perangkat lunak memungkinkan pendekatan yang disebut pembelajaran mendalam. Beberapa lapisan neuron digital yang memberikan analisis gambar yang semakin disempurnakan.

Secara keseluruhan, ini adalah perubahan besar. Mengenali dan menafsirkan wajah manusia sangat penting bagi kita sehingga seluruh bagian otak kita dikhususkan untuk itu. Saat mengajarkan komputer keterampilan itu, interaksi dengan mereka menjadi lebih nyaman. Tidak terasa seperti mengirimkan perintah basis data dan lebih seperti berurusan dengan dunia nyata.

Cara Kerja Jaringan Saraf

Dalam fase pelatihan, jaringan saraf meneliti sejumlah besar gambar wajah, belajar sendiri apa yang penting dalam proses pengenalan. Ini lebih akurat daripada cara lama, dengan programmer menggambarkan seperti apa mata, hidung dan mulut Beberapa lapisan menangkap warna dan tekstur serta gradien. Ketika Anda masuk lebih dalam, mereka menangkap bentuk berbagai bagian objek dan akhirnya bentuk objek itu sendiri.

Setelah pelatihan, jaringan saraf membuat representasi matematis untuk setiap wajah. Representasi itu dapat dibandingkan secara cepat dengan wajah-wajah lain, membiarkan sistem pengenalan wajah memutuskan apakah seseorang yang memasuki kantor ada dalam daftar karyawan yang berwenang atau meningkatkan peringatan ketika seorang pengutil potensial juga muncul pada catatan penangkapan polisi.

Agar berfungsi dengan baik, sistem pengenalan wajah membutuhkan gambar dengan wajah cerah dan jelas yang memberikan data jaringan saraf yang terperinci dan akurat. Itulah sebabnya foto paspor membutuhkan pencahayaan, latar belakang polos, ekspresi netral, dan subjek yang menghadap langsung ke arah kamera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *