Tradisi Mudik Orang Indonesia “Tidak Masalah Macet-macetan yang Penting Bisa Pulang”

Mudik bukan lagi menjadi fenomena baru bagi masyarakat Indonesia. Sejak lama masyarakat kita telah mengenal istilah mudik ini. Biasanya saat libur panjang menjelang lebaran seperti ini, orang-orang akan pulang kembali ke kampung halaman mereka. Bertemu orang tua, mengunjungi sanak keluarga dan menghabiskan waktu libur di tempat kelahiran.

Seperti halnya libur panjang lebaran tahun ini, masyarakan Indonesia telah mulai kembali ke kampung masing-masing baik menggunakan kendaraan pribadi atau menggunakan angkutan umum lainnya. Kondisi ini sangat nampak dengan jumlah kendaran yang meningkat. Untuk mengatasi kemacetan di jalan menteri perhubungan pun telah mensiasatinya.

 

Pemberlakuan One Way Toll untuk Mengurangi Kemacetan

Budi Karya Sumadi selaku menteri perhubungan Minggu (22/5/2019) di Jakarta Pusat mengatakan pemberlakuan one way bukan cara kaku namun itu sesuai dengan keadaan di lapangan. Dinas perhubungan memang melakukan one way, hal itu tiak kaku, terang Budi Karya Sumadi. Menteri perhubungan memberikan kewenangan kepada Kakorlantas, namun Kakorlantas disarankan untuk memberi suatu ruang diskusi bagi stakeholder

Di sisi lain, Budi Karya pun menyarankan supaya para pengendara tidak hanya memakai jalan tol untuk mudik ke kampung halaman. Dia meminta para pengendara untuk menggunakan jalur dalam kota yang juga terhubung ke kota lain. Karenannya dia menyarankan perjalanan itu tidak harus di tol. Tapi bisa berisitirshat di kota-kota yang disinggahi.

Perlu diketahui, one way toll akan diberlakukan untuk mengurangi potensi kemacetan ketika para pemudik mulai memadati jalan. Untuk tanggal yang ditetapkan saat one way diberlakukan ialah dari 30 Mei sampai 2 Juni 2019. Dan ketika arus balik mudik nanti one way toll juga akan diberlakukan pada 9-10 Juni 2019.

Untuk itu, bagi para pemudik sanagt diharapkan untuk dapat memilih jalur yang memiliki potensi kemacetan paling kecil. Para pemudik disrankan untuk bisa menggunakan jalur alternative selain melalui jaln tol yang bisa dipastikan akan mengalami kemacetan dengan penumpukan jumlah kendaraan yang melintas. Seperti halnya tahun-tahun lalu, jalan tol selalu mengalami kelebihan pemudik yang menyebabkan kemacetan.

 

Diprediksi Akan Ada 50.000 Kendaraan Menuju Jawa Tengah Saat Arus Mudik Lebaran

Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan memperkirakan ada sebanyak 150.000 kendaraan akan melintas di Jalan Tol Trans Jawa ke Jawa Tengah saat arus mudik lebaran 2019 ini. Untuk itu fokus pertama ialah memastikan jika Tol Cikarang Utama tidak berimbas kepadatan sebab banyaknya kendaraan yang melintas melalui Cikarut. Untuk itu akan ada pemberlakuan penambahan gerbang tol.

Budi Karya Sumadi pada Minggu (26/5/2019) menjelaskan, sebab lonjakan yang demikian sebagaimana diketahui, bahwa jangan takut terjadi sesuatu kemacetan di Cikarang utama sebab Cikarang utama akan dibagi dua gerbangnya di arah Semarang serta arah Bandung.  Tidak hanya itu, pengelola pun akan memundurkan gerbang tol sekitar 40 kilometer serta penambahan gerbang tol menjadi 60.

Langkah itu diharapkan bisa mengurangi potensi kemacetan yang terjadi di Cikarang. Disisi lain, Menhub, menjelaskan ada beberapa kota tujuan biasanya memiliki keunikan, kerajinan serta makanan yang harus untuk diketahui. Sebagaimana disebutkan diatas, dia menyarankan kepada para pemudik untuk beristirahat di kota-kota tersebut sekaligus menggairahkan pariwisata lokal yang tersedia.

Nah, itulah sedikit informasi mudik lebaran 2019, semoga info ini bermanfaat untuk Anda yang sedang merencakan perjalan mudik ke daerah kampung halaman. Saran kami agar Anda selalu tetap berhati-hati dalam perjalan dan mementingkan keselamatan terlebih dahulu. Karna yang ditunggu oleh sanak keluarga Anda di rumah ialah Anda bisa sampai dengan selamat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *