Perhatikan Hal Ini Ketika Modifikasi Mobil Agar Garansi Tidak Hangus

Seperti yang kita ketahui bahwa tidak sedikit orang yang justru tidak puas dengan tampilan mobil yang dimilikinya. Untuk menyesuaikan selera dan peningkatan performa artinya mobil ini harus mendapat pembaharuan berupa modifikasi. Namun, harus Anda ingat bahwa dengan dilakukannya memodifikasi kendaraan ini tidak boleh asal modifikasi.

Karena untuk memodifikasi mobil ini terdapat beberapa ketentuan yang tetap harus dipatuhi. Tidak sedikit yang telah melakukan modifikasi, namun mobilnya justru malah terbakar dan sejenisnya. Jika begini pemilik mobil bisa tekor dan rugi, menurut sebuah sumber terdapat tiga cara aman untuk memodifikasi yang bisa membuat garansi toyota.

Pasang Velg Diameter Besar

Memodifikasi sebuah kendaraan memang merupakan hal yang menyenangkan bagi mereka yang menyukai kegiatan tersebut. Pada umumnya, orang akan mengganti velg ketika memodifikasi bagian luar dari mobilnya. Biasanya, velg yang mereka pilih merupakan sebuah velg racing dengan ukuran yang jauh lebih besar.

Penggantian ban dengan ukuran yang lebih besar ini memberikan beban berlebih pada komponen kaki-kaki mobil, baik kemudian ataupun peredam kejut. Jika telah terjadi masalah pada kaki-kaki karena penggunaan velg tersebut, maka klaim garansi bisa hangus dan ditolak. Selain itu, kinerja dari kaki-kaki tersebut akan terperngaruh ketika velg berganti ukuran.

Ubah Audio System dan Kelistrikan

Selain pasang velg dengan diameter besar, kegiatan selanjutnya ialah mengubah audio system dan kelistrikan dari kendaraan Anda. Pada bagian interiot, pemasangan perangkat audio memang seringkali dilakukan. Seperti halnya memasang head unit atau menambah komponen lainnya, seperti speaker merupakan hal yang sering dilakukan dengan alasan untuk menambah tingkat hiburan.

Namun, dengan tindakan pemasangan yang salah, misalnya seperti mengambil power yang kurang sesuai atau asal menyambung kabel saja tanpa membuat perhitungan tegangan biasanya justru itu yang membuat banyak masalah. Mulai dari akinya yang boros hingga krosleting listrik yang bisa berakhir dengan kebakaran pada mobil Anda.

Kejadian ini banyak terjadi pada seorang instalator amatir atau yang memodifikasi kendaraan dengan modal seadanya. Memang sebenarnya tidak ada larangan sama sekali selama pemasangannya masih baik-baik saja. Hal yang bahaya ialah ketika ia memasangnya dengan tidak sesuai. Bahkan ada yang main sambung saja atau teknisi yang masih belum benar-benar paham mengenai sistem perkabellan dari mobil tersebut.

Modifikasi Mesin Mengganti ECU

Hal selanjutnya ialah modifikasi pada mesin yang juga telah biasa dilakukan. Untuk bisa mendapatkan kinerja mesin sesuai dengan keinginan, maka tidak sedikit yang mengambil jalan pintas. Alternatif jalan yang paling sering dilakukan ialah dengan memasang perangkat elektroik tambahan berbentuk chip microcomputer atau biasa disebut dengan piccyback.

Namun sistem kerja dari piggy back yang mengubah sistem kerja dari engine control unit (ECU) memberikan dampak negatif yang cukup berisiko bagi mesin. Pemasangan piggyback itu akan membuat ECU terpaksa harus bekerja dengan ekstra keras. Hal ini tentu saja akan membuat mesin menjadi kurang awet dan cepat rusak.

Manusia memang selalu tidak ada puasnya, selalu saja ada inovasi baru yang muncul untuk menciptakan atau melakukan hal baru. Memodifikasi mobil ini merupakan salah satu bentuk dari inovasi manusia dalam hidupnya. Hal yang mana mereka rela menghabiskan uang dan waktu hanya untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Demikian cara untuk memodifikasi mobil agar garansi tidak hangus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *