Mengenal Lebih Jauh Mengenai Incest, Benarkah Menimbulkan Keturunan Cacat?

Incest atau pernikahan dengan seseorang yang masih sedarah memang merupakan suatu hal yang sangat tabu, bayangkan saja bagaimana bisa seorang kakak laki-laki dan adik perempuan yang merupakan saudara kandung mereka harus menikah, sungguh suatu hal yang jarang terjadi dan tabu. Selain tabu, pernikahan satu darah ini juga menimbulkan penyakit pada keturunan yang mereka lahirkan.

Baru-baru ini netizen dihebohkan dengan berita pernikahan sedarah yang dilakukan oleh sepasang kakak adik dari Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pelaku yang berinisial AM (32) dikabarkan melakukan perselingkuhan bersama adik kandungnya sendiri, sehingga mereka merantau ke Kalimantan untuk melangsungkan pernikahan. Istri AM pada saat itu tidak memliki kecurigaan sedikitpun terhadap kedekatan suaminya bersama adik iparnya tersebut.

Wakil Bupati Bulukumba pun angkat bicara mengenai peristiwa ini, “Kemenag Bulukumba, kepala desa, dan camat tidak akan memberika izin pada pernikahan sedarah ini. Pasti akan kami batalkan atau tidak dinikahkan karena warga Bulukumba beradab dan tidak mau menyalahi aturan agama dan adat istiadat,” berita ini menjadi viral setelah istri AM melaporkan kejadian ini ke kepolisian.

Ini yang Akan Terjadi Pada Keturunan Incest

Pernikahan sedarah ini dianggap sebagai masalah kemanusiaan, karena akan menghasilkan keturunan yang memiliki permasalahan dengan DNA.  Keturunan dari pasangan incest akan lebih besar kemungkinannya untuk menerima alel resesif yang dapat merusak dan dinyatakan sebagai fenotip. Fenotip merupakan jaringan dalam tubuh yang berfungsi sebagai deskripsi karakter, termasuk kebiasaan sepele yang biasa dilakukan oleh induknya.

Singkatnya, keturunan dari pasangan incest dalam dunia kesehatan diyakini akan memiliki keterbelakangan kesehatan. Hal itu dikarenakan keragaman genetik yang sangat sedikit dalam DNA nya, pasangan yang incest pasti memiliki genetik yang sama. Minimnya keragaman genetik dan kurangnya variasi dalam DNA inilah yang menjadi sumber permasalahan dan akhirnya menimbulkan kecacatan yang akan dialami oleh keturunannya.

Penyakit yang memungkinkan menyerang keturunan incest adalah albinisme atau genetika langka, hemofilia, fibrosis kistik, dan lain-lain. Efek lain yang dikhawatirkan terjadi yaitu gangguan jantung pada kedua pasangan dan keturunannya, cacat lahir seperti bibir sumbing, asimetri wajah, atau tubuh kerdil saat dewasa. Miris sekali bukan jika semua penyakit ini menimpa keturunan pasangan incest yang tidak bersalah?

Terjadinya Pasangan Incest Menurut Psikologi

Dalam dunia psikologi, pernikahan sedarah ini terjadi karena anggota keluarga yang baru bertemu pertama kalinya saat usia dewasa, hal itu memungkinkan untuk memunculkan daya tarik seksual. Semisal seorang ayah baru bertemu putrinya setelah dewasa, lalu tertarik pada putrinya karena memandangnya sebagai orang dewasa. Karena biasanya orang akan jatuh cinta pada seseorang yang memiliki kemiripan dengannya.

Menurut ahli psikolog Dr Debra Lieberman, saudara atau keluarga kandung yang hidup bersama sedari kecil, maka akan menimbulkan keengganan dalam hal seksual. Hal ini merupakan cara yang alami untuk melindungi manusia, dari terjadinya mutasi genetik yang mengakibatkan kecacatan pada keturunan baik secara mental maupun fisik.

Profesor Debra juga mengatakan bahwa gen yang hampir mirip akan membentuk rasa kedekatan dan akhirnya merasa nyaman, itulah bibit dari terjadinya pernikahan sedarah. Alangkah baiknya, sebuah keluarga baik itu orang tua atau anak-anaknya hidup bersama sedari anak-anaknya kecil untuk menimbullkan keengganan seksual dan menjaga moralitas. Mencegah kemungkinan terjadinya pernikahan incest akan menyelamatkan keturunan manusia berpotensi cacat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *